MERANGKUM TRADISI ADAT BUDAYA RASUL DI 10 PADUKUHAN DI KAL KARANGTENGAH.
Op@krt 09 Juni 2026 10:13:34 WIB
Karangtengah SIDASAMEKTA: Karangtengah (09/06/2026), Jum'at Legi 29 Mei 2026, Melihat langsung tumpah ruahnya warga masyarakat dari masing" 10 Padukuhan yang ada di kalurahan Karangtengah dalam rangkaian gelar acara tradisi adat budaya Sedekah Bumi Tahun 2026 yang selanjutnya warga lokal menyebutnya dengan sebutan Rasul atau Rasulan. Karena upacara adat budaya ini rutin di adakan sekali di setiap tahunnya sebagai tradisi maka rangkaian kegiatan biasanya di pusatkan di Balai Padukuhan masing - masing yang berdasar dengan hitungan hari dan pasaran jawa yang berbeda pula, ada yang hari Jum'at Legi ada pula yang Senin Pahing, seolah - olah sudah menjadi pemahaman turun temurun dari pendahulu maupun nenek moyang mereka sebelum - sebelumnya. Di sinilah upacara seni budaya sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada yang Maha Kuasa atas hasil dan cita - cita kususnya petani untuk penghidupan yang lebih makmur di tahun ini dan yang akan datang. Rundown kegiatan Rasulan ini biasanya warga masyarakat di padukuhan membuat sebuah kerangka gunungan terbuat hiasan dari hasil panen petani lokal seperti buah, palawija, padi dan sayur - sayuran, kesemuanya di pikul dan di arak keliling kampung di iringi kesenian budaya lokal, ada Seni tari Reog maupun Seni tari Jathil, dan di ikuti barisan tokoh lembaga adat wilayah menuju Balai padukuhan, kemudian di lanjutkan upacara penyerahan gunungan berupa hasil panen juga lapuran kegiatan di lanjutkan ritual kenduri dan do'a yang di pimpin sesepuh wilayah setempat, sebelum gunungan hasil bumi tersebut di serahkan kembali ke warga masyarakat untuk di perebutkan sebagai bentuk simbolis dalam bersedekah untuk mendapatkan keberkahan.
Di dalam sambutanya atas nama pemerintah Kalurahan Karangtengah yang selalu hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi dan bangga atas kerukunan kegotong royongan masyarakat di dalam mengisi serangkaian kegiatan, dan berharap tradisi Rasulan ini terus di lestarikan ke generasi selanjutnya. Artinya dengan menjaga lestarinya budaya lokal dan kekayaan hasil bumi, maka kemudian di harapkan ketahanan pangan kalurahan tetap kuat dan kesejahteraan yang melimpah, kesenian adat budaya lokalpun juga tidak punah.
Kegiatan ditutup sore hari dengan kenduri dan do'a bersama di lanjutkan malam harinya sebagai puncak pementasan seni tradisional pedhalangan wayang kulit hingga dini hari. Tradisi Rasulan menjadi bukti bahwa di Kalurahan Karangtengah sebagai kalurahan Kantong Budaya menunjukan bahwa kearifan budaya lokal masih hidup dan menjadi mempererat hubungan silaturahmi warga masyarakat yang nantinya siap untuk maju sebagai Kalurahan dengan predikat Rintisan Budaya sesuai yang di usulkan pemerintah pungkasnya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Perpustakaan Sumber Ilmu Karangtengah Mendapatkan Juara 1 Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten
- MERANGKUM TRADISI ADAT BUDAYA RASUL DI 10 PADUKUHAN DI KAL KARANGTENGAH.
- SOSIS STRATEGI RELAWAN & MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN BENCANA
- PELAKSANAAN SHOLAT IDUL ADHA MUSLIM KARANGTENGAH 1447H
- PENGUMUMAN PELAYANAN ADMINDUK LIBUR IDUL ADHA 1447 H
- TAKBIR KELILING IDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1447 H TAHUN 2026
- SURVEY LOKASI (PSU) DPUP-ESDM D.I.YOGYAKARTA DI KALURAHAN KARANGTENGAH
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |














