Seni Musik
Administrator 27 Juni 2026 17:59:45 WIB
1. Kelompok Dzikir Maulud
- Jenis Seni:Musik (Religi)
- Ketua:Warto Utomo
- Alamat:Padukuhan Kajar III
Deskripsi:
Di tengah ketenangan Padukuhan Kajar III, Kelompok Dzikir Maulud hadir sebagai pelita spiritual yang menjaga tradisi Islam tetap menyala dalam sanubari masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bapak Warto Utomo, kelompok ini bukan sekadar perkumpulan seni, melainkan sebuah institusi penjaga moral dan akidah yang dikemas dalam balutan budaya lokal. Kesenian ini berfokus pada pelantunan Sirah Nabawiyah dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan kitab Al-Barzanji atau Diba’. Keunikan kelompok ini terletak pada teknik vokal yang bersahut-sahutan (kanon) dengan cengkok khas pedesaan yang tulus dan menggetarkan hati, menciptakan suasana meditatif yang mendalam.
Secara sosial, Kelompok Dzikir Maulud memegang peranan sentral dalam siklus kehidupan warga Kajar III. Mereka selalu hadir menjadi bagian inti dalam prosesi kelahiran (akikah), pernikahan, hingga mendoakan warga yang telah tiada. Kehadiran mereka dipercaya membawa keberkahan dan ketenangan batin. Melalui seni dzikir ini, Bapak Warto Utomo dan anggotanya berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai religius dapat berakulturasi dengan indah bersama tradisi kumpul-kumpul masyarakat Jawa, mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat warisan dakwah para leluhur yang santun dan menyejukkan.
2. Karawitan Laras Manunggal
- Jenis Seni:Musik (Gamelan)
- Alamat:Padukuhan Kajar I
Deskripsi:
Karawitan Laras Manunggal hadir sebagai penjaga harmoni kehidupan di Padukuhan Kajar I. Dalam filosofi Jawa, gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan representasi dari keselarasan alam semesta. Nama "Laras Manunggal" dipilih untuk menegaskan tujuan utama kelompok ini: menyatukan (manunggal) berbagai perbedaan karakter individu ke dalam satu kesatuan irama (laras) yang indah. Kelompok ini menjadi wadah lintas generasi, tempat para sesepuh menularkan ilmu kearifan lokal kepada kaum muda melalui pukulan saron, bonang, dan gong.
Repertoar yang dimainkan oleh Laras Manunggal sangat beragam, mulai dari Gending Ageng yang sakral untuk upacara tradisi, hingga Lagon Dolanan dan Campursari yang menghibur untuk acara hajatan warga. Aktivitas rutin latihan mereka di pendopo padukuhan menciptakan suasana desa yang tenang dan berwibawa. Suara gamelan yang mengalun dari Kajar I dipercaya mampu menjadi "pagar gaib" yang menentramkan jiwa warga dan menjauhkan dari balak. Eksistensi Karawitan Laras Manunggal membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Kajar I tetap setia memegang teguh unggah-ungguh dan kehalusan rasa sebagai identitas manusia Jawa sejati.
3. Hadroh Shohihul Ikhsan
- Jenis Seni:Musik (Religi)
- Ketua: Wahabun Yamin
- Alamat:Padukuhan Kajar I
Deskripsi:
Kelompok Shohihul Ikhsan di Padukuhan Kajar I merupakan manifestasi nyata dari wajah Islam Nusantara yang ramah dan berbudaya. Dipimpin oleh tokoh karismatik Bapak H. Wahabun Yamin, kelompok seni hadroh atau rebana ini mengemban misi dakwah melalui keindahan seni suara. Nama "Shohihul Ikhsan" memiliki arti "Sahabat Kebaikan", yang menjadi visi dasar kelompok untuk mengajak masyarakat menuju kebaikan melalui pendekatan yang lembut dan menyenangkan, bukan dengan paksaan.
Secara musikalitas, kelompok ini memadukan ketukan ritmis alat musik terbang (rebana) dengan syair-syair berbahasa Arab dan Jawa yang berisi pujian kepada Allah SWT serta nasihat kehidupan. Penampilan mereka yang rapi, kompak, dan santun selalu menjadi daya tarik dalam setiap perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isra Mikraj, maupun Syawalan. Lebih dari sekadar grup musik, Shohihul Ikhsan telah menjadi wahana silaturahmi yang efektif bagi bapak-bapak dan pemuda di Kajar I, memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus melestarikan tradisi syi'ir yang kian langka. Keberadaan mereka menyejukkan suasana sosial desa dengan pesan-pesan damai yang dilantunkan.
4. Thoklik Gobyog Laras
- Jenis Seni:Musik (Tradisional Kreatif)
- Ketua:Sumantri
- Tahun Berdiri:2010
- Alamat:Padukuhan Kedung II
Deskripsi:
Sejak didirikan pada tahun 2010, Thoklik Gobyog Laras telah mentransformasi bunyi kentongan bambu yang sederhana menjadi orkestra rakyat yang megah. Berbasis di Padukuhan Kedung II dan dipimpin oleh Bapak Sumantri, kelompok ini lahir dari tradisi ronda malam (kamling) yang kemudian digubah menjadi seni pertunjukan panggung. Nama "Gobyog Laras" menggambarkan suasana yang sangat meriah, ramai, dan penuh semangat, namun tetap berada dalam koridor keselarasan nada. Bambu, sebagai material utama alat musik mereka, melambangkan ketahanan dan fleksibilitas masyarakat desa.
Aransemen musik Thoklik Gobyog Laras sangat kreatif, mampu mengawinkan nada pentatonis Jawa dengan ritme dangdut atau pop yang dinamis, menghasilkan bunyi yang unik dan ngangeni. Kelompok ini sering tampil memeriahkan acara penyambutan tamu, festival kesenian, hingga kampanye program desa. Di balik kemeriahan bunyinya, terdapat nilai gotong royong yang kuat; setiap pemain harus saling mengisi celah nada agar tercipta harmoni, cerminan dari kekompakan warga Kedung II. Thoklik Gobyog Laras adalah bukti inovasi budaya yang sukses mengangkat "musik pinggiran" menjadi seni yang dihargai dan membanggakan.
5. Karawitan Setyo Laras
- Jenis Seni:Musik (Gamelan)
- Ketua:Subur Lestari
- Alamat:Padukuhan Kedung II
Deskripsi:
Karawitan Setyo Laras adalah denyut nadi kehidupan kultural di Padukuhan Kedung II. Dipimpin oleh Bapak Subur Lestari, kelompok ini mengusung nama "Setyo Laras" yang memiliki filosofi mendalam tentang "Kesetiaan pada Harmoni". Hal ini mencerminkan komitmen para anggotanya untuk setia merawat warisan gamelan dan menjaga keselarasan hubungan antarwarga melalui seni. Gamelan bagi kelompok ini bukan benda mati, melainkan pusaka hidup yang menyuarakan rasa syukur dan doa masyarakat agraris kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Aktivitas Karawitan Setyo Laras sangat ptradisi, mulai dari latihan rutin malem seton atau kliwonan, hingga menjadi pengiring utama dalam upacara tradisi Rasulan (bersih desa) dan hajatan pernikahan. Mereka piawai membawakan gending-gending Soranan yang gagah maupun gending Lirihan yang lembut menenangkan. Keberadaan Setyo Laras sangat vital dalam membentuk karakter masyarakat Kedung II yang halus budi, sabar, dan mengutamakan kebersamaan. Melalui tabuhan mereka, nilai-nilai luhur Jawa terus didengungkan, memastikan generasi penerus tidak lupa akan wongso (bangsa) dan budayanya sendiri.
6. Karawitan Purwo Laras
- Jenis Seni:Musik (Gamelan)
- Ketua:Tukiran
- Alamat:Padukuhan Kedung I
Deskripsi:
Karawitan Purwo Laras di Padukuhan Kedung I adalah saudara kandung dan pendukung utama seni Ketoprak di wilayah tersebut, yang juga dipimpin oleh Bapak Tukiran. Nama "Purwo" berasal dari kata wiwitan atau permulaan (juga merujuk pada wayang purwa), dan "Laras" berarti harmoni. Hal ini menyiratkan filosofi bahwa segala kebaikan harus dimulai dari keselarasan hati dan pikiran. Kelompok ini memiliki spesialisasi gending yang unik karena selain menguasai gending klenengan mandiri, mereka juga ahli dalam gending iringan pakeliran atau ketoprak yang membutuhkan kepekaan tinggi terhadap emosi adegan drama.
Anggota Karawitan Purwo Laras terdiri dari para wiyaga senior yang mumpuni dan generasi muda yang sedang belajar mewarisi tongkat estafet budaya. Alunan gamelan mereka dikenal memiliki "isi" dan "roh", mampu membangun suasana sedih, gembira, atau tegang dengan sangat presisi. Keberadaan mereka menjadikan Padukuhan Kedung I sebagai pusat kebudayaan klasik yang disegani di Karangtengah. Melalui Purwo Laras, masyarakat diajak untuk menyelami kedalaman rasa, melatih kesabaran, dan merawat kebersamaan dalam harmoni nada pelog dan slendro yang agung.
7. Thoklik Gentho Lingso
- Jenis Seni:Musik (Tradisional Kreatif)
- Ketua:Suroyo
- Alamat:Padukuhan Duwetrejo
Deskripsi:
Thoklik Gentho Lingso adalah ekspresi kegembiraan rakyat yang sederhana namun memikat dari Padukuhan Duwetrejo. Dipimpin oleh Bapak Suroyo, kelompok ini menghidupkan kembali alat musik kentongan bambu (thoklik) yang akrab dengan kehidupan pedesaan. Nama "Gentho Lingso" terdengar unik, jenaka, dan sangat merakyat, mencerminkan karakter musik mereka yang jujur, apa adanya, dan penuh humor. Kelompok ini mengubah suasana malam yang sunyi menjadi hangat dengan alunan musik bambu yang ritmis dan harmonis.
Keistimewaan Thoklik Gentho Lingso terletak pada aransemen lagunya yang fleksibel; mereka mampu membawakan tembang Macapat, lagu Campursari, hingga lagu pop Jawa populer dengan gaya akustik bambu yang khas. Suara "thok-thek" yang bersahutan menciptakan polifoni alamiah yang menenangkan sekaligus mengajak bergoyang. Kelompok ini memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai perekat kerukunan warga Duwetrejo. Di sela-sela kesibukan bertani, latihan thoklik menjadi sarana rekreasi dan konsolidasi sosial (guyub rukun) yang efektif. Gentho Lingso adalah bukti bahwa kebahagiaan dan keindahan seni bisa diciptakan dari bahan-bahan alam yang ada di sekitar kita.
8. Gejog Lesung Sekar Arum
- Jenis Seni:Musik (Tradisional Agraris)
- Ketua:Sri Suryani
- Alamat:Padukuhan Duwetrejo
Deskripsi:
Gejog Lesung Sekar Arum adalah penjaga memori peradaban agraris di Padukuhan Duwetrejo. Dipimpin oleh Ibu Sri Suryani, kelompok yang didominasi oleh kaum ibu ini melestarikan musik perkusi purba yang menggunakan lesung (palung kayu) dan alu(penumbuk padi). Dahulu, irama lesung adalah penanda syukuran panen raya atau pengusir raksasa saat gerhana bulan. Kini, Sekar Arum ("Bunga Harum") merawatnya sebagai seni pertunjukan bernilai tinggi. Bunyi thok-thek-thung yang dihasilkan dari benturan kayu menciptakan polairama (kothekan) yang rumit namun harmonis, mencerminkan semangat gotong royong wanita tani.
Penampilan Gejog Lesung Sekar Arum seringkali disertai dengan tembang-tembang Jawa dolanan yang berisi petuah hidup dan rasa syukur kepada Dewi Sri (Dewi Padi). Kesenian ini sangat unik dan mulai langka, menjadikan kelompok ini aset penting bagi identitas budaya Karangtengah. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini menjadi ruang pemberdayaan perempuan Duwetrejo untuk berkarya dan bersosialisasi. Irama lesung Sekar Arum adalah detak jantung desa yang mengingatkan kita untuk selalu menghargai alam, pangan, dan kebersamaan.
9. Karawitan Cahyo Laras
- Jenis Seni:Musik (Gamelan)
- Ketua:Sumiyati
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Karawitan Cahyo Laras adalah simbol emansipasi dan kelembutan budaya di Padukuhan Karangtengah II. Kelompok yang dipimpin oleh Ibu Sumiyati ini mayoritas anggotanya adalah perempuan, mendobrak stereotip bahwa penabuh gamelan (wiyaga) haruslah laki-laki. Nama "Cahyo Laras" berarti "Cahaya Keharmonisan", menggambarkan peran ibu-ibu ini sebagai penerang keluarga dan masyarakat yang menyebarkan kedamaian melalui alunan musik. Semangat mereka untuk belajar dan melestarikan gending Jawa patut menjadi inspirasi bagi semua kalangan.
Dalam setiap latihan dan penampilannya, Karawitan Cahyo Laras menyuguhkan gending-gending yang rapi dan penuh perasaan. Tangan-tangan terampil para ibu ini memainkan bonang, saron, dan kendang dengan penuh dedikasi. Kehadiran kelompok ini memberikan warna tersendiri dalam peta kesenian desa; mereka sering tampil mengisi acara PKK, resepsi pernikahan, hingga penyambutan tamu dinas. Melalui Cahyo Laras, para perempuan Karangtengah II menunjukkan bahwa mereka adalah pilar penting dalam pelestarian budaya, mampu menjaga keseimbangan sosial melalui harmoni nada yang mereka ciptakan bersama.
10. Karawitan Langen Raras
- Jenis Seni:Musik (Gamelan)
- Ketua:Tugirah
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Melengkapi kekayaan seni di Padukuhan Karangtengah II, Karawitan Langen Raras hadir sebagai wadah pelestarian gending klasik yang dipimpin oleh Ibu Tugirah. Nama "Langen" bermakna kesenangan atau keindahan yang membuai, sedangkan "Raras" adalah inti dari rasa atau nada yang indah. Kelompok ini mendedikasikan diri untuk menyajikan musik gamelan Uyon-Uyon yang berfungsi sebagai hiburan kontemplatif bagi masyarakat. Di tengah kesibukan sehari-hari, Langen Raras menawarkan ruang untuk berhenti sejenak dan menikmati keindahan bunyi.
Kelompok ini sering mengadakan latihan rutin yang juga berfungsi sebagai ajang srawung (bersosialisasi) antarwarga. Repertoar yang dimainkan mencakup gending Lancaran, Ketawang, hingga Ladrang yang menenangkan jiwa. Bagi anggota Langen Raras, menabuh gamelan adalah bentuk ibadah sosial dan terapi batin. Suara gamelan yang mereka hasilkan menjadi penanda bahwa kehidupan budaya di Karangtengah II masih sangat sehat dan dinamis. Ibu Tugirah dan anggotanya berkomitmen untuk terus nguri-uri kabudayan Jawi agar anak cucu kelak masih bisa mendengarkan indahnya suara gong dan kenong di kampung halaman mereka sendiri.
11. Werdo Wirama
- Jenis Seni:Musik (Karawitan/Gamelan)
- Ketua:Samiyo
- Alamat:Padukuhan Karangtengah I
Deskripsi:
Werdo Wirama adalah kelompok karawitan yang menempati posisi terhormat dalam struktur budaya Padukuhan Karangtengah I. Dipimpin oleh sesepuh seni Bapak Samiyo, kelompok ini beranggotakan para niyaga senior yang telah memakan asam garam dunia karawitan. Nama "Werdo" berarti Tua atau Senior, dan "Wirama" berarti Irama. Secara harfiah, nama ini menegaskan identitas mereka sebagai "Para Senior Penjaga Irama". Mereka adalah pemegang otoritas estetika gending gaya Mataram yang otentik di desa ini, menjaga kemurnian teknik tabuhan agar tidak luntur oleh kreasi modern yang berlebihan.
Meskipun mayoritas anggotanya berusia lanjut, semangat dan power tabuhan gamelan mereka masih sangat prima dan penuh wibawa. Werdo Wirama sering menjadi rujukan atau tempat bertanya bagi generasi muda yang ingin mendalami detail-detail rumit karawitan. Mereka rutin mengisi acara-acara sakral desa seperti Bersih Dusun atau upacara keagamaan, di mana keheningan dan kekhusyukan gending sangat dibutuhkan. Keberadaan Werdo Wirama adalah berkah bagi Karangtengah I, karena merekalah penjaga gawang nilai-nilai filosofis Jawa yang terkandung dalam setiap ketukan gamelan.
12. Rebana Miftahul Janah
- Jenis Seni:Musik (Religi)
- Ketua:Tulasmi
- Alamat:Padukuhan Karangtengah I
Deskripsi:
Rebana Miftahul Janah adalah kelompok seni musik religius yang menjadi wadah kreativitas kaum ibu di Padukuhan Karangtengah I. Diinisiasi dan dipimpin oleh Ibu Tulasmi, kelompok ini aktif menghidupkan syiar Islam melalui seni hadroh atau rebana klasik. Nama "Miftahul Janah" memiliki arti yang sangat indah, yakni "Kunci Surga". Nama ini menjadi doa bahwa setiap shalawat yang mereka lantunkan dan setiap silaturahmi yang terjalin dalam kelompok ini akan menjadi jalan pembuka menuju surga-Nya.
Kelompok ini rutin berlatih dan tampil dengan seragam yang serasi, menampilkan kekompakan tidak hanya dalam pukulan rebana, tetapi juga dalam vokal koor yang harmonis. Rebana Miftahul Janah menjadi pengisi acara andalan dalam kegiatan pengajian akbar, arisan warga, hingga perlombaan qasidah tingkat kecamatan. Lebih dari sekadar bermusik, kelompok ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual ibu-ibu di desa, memberikan ruang sosialisasi yang positif dan produktif. Melalui Miftahul Janah, perempuan Karangtengah I menunjukkan peran signifikannya dalam membentengi moralitas generasi muda dan menjaga suasana desa agar tetap religius dan damai.
13. Karawitan Pamong Budaya
- Jenis Seni:Seni Musik Tradisonal
- Ketua:Anjar Pratiwi
- Alamat:Padukuhan Karangtengah III
Deskripsi:
Dalam mozaik kebudayaan "Peprincene Jiwa" Kalurahan Karangtengah tahun 2023, kelompok seni Karawitan Pamong Budaya menempati posisi yang sangat istimewa. Berdomisili di Padukuhan Karangtengah III dan berada di bawah kepemimpinan Ibu Anjar Pratiwi, kelompok ini berfokus pada pelestarian seni musik tradisional gamelan Jawa yang adi luhung.
Daya tarik utama yang membedakan Karawitan Pamong Budaya dari kelompok seni lainnya terletak pada komposisi personelnya. Para niyaga (penabuh gamelan) yang memainkan saron, kendang, hingga gong bukanlah seniman profesional dari luar, melainkan para Pegawai Kalurahan dan anggota Lembaga Kalurahan Karangtengah itu sendiri. Hal ini menciptakan sebuah fenomena budaya yang unik, di mana para pamong desa yang sehari-harinya berkutat dengan tugas administratif dan pelayanan masyarakat, mampu bertransformasi menjadi penjaga irama yang harmonis di sela-sela kesibukan mereka.
Nama "Pamong Budaya" sendiri menyiratkan makna mendalam sebagai pengasuh atau penjaga kebudayaan. Keterlibatan langsung perangkat desa dalam seni karawitan menjadi simbolisasi nyata dari semangat gotong royong dan keselarasan. Sebagaimana permainan gamelan yang menuntut kekompakan tanpa ada satu alat pun yang boleh mendominasi secara egois, demikian pula cerminan sinergitas antara pegawai dan lembaga desa dalam menjalankan roda pemerintahan.
Melalui denting gamelan yang dimainkan, Karawitan Pamong Budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan atau klangenansemata, tetapi juga sebagai media diplomasi budaya yang mempererat ikatan batin antar-aparatur desa. Eksistensi mereka menegaskan bahwa kemajuan Kalurahan Karangtengah berjalan beriringan dengan keteguhan dalam memegang akar tradisi leluhur.
Dokumen Lampiran : Seni Musik
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










