Seni Pertunjukan
Administrator 27 Juni 2026 17:54:31 WIB
1. Warok Gogor Wijoyo
- Jenis Seni:Tari
- Ketua : Sawiyo
- Alamat:Padukuhan Kajar III
Deskripsi:
Warok Gogor Wijoyo adalah simbol dari kekuatan, keberanian, dan semangat ksatria yang mendarah daging di kalangan pemuda Padukuhan Kajar III. Mengambil inspirasi dari kesenian legendaris Ponorogo, kelompok ini mengadaptasi filosofi "Warok" sebagai manusia yang memiliki wewarah (pengajaran) suci dan fisik yang tangguh. Nama "Gogor Wijoyo" memiliki makna filosofis yang dalam; "Gogor" berarti anak harimau yang melambangkan regenerasi kekuatan muda yang garang, sedangkan "Wijoyo" berarti kemenangan. Hal ini mencerminkan visi kelompok untuk selalu meraih kemenangan dalam melestarikan budaya di tengah gempuran zaman.
Dalam setiap pementasannya, Warok Gogor Wijoyo menyuguhkan tontonan yang memukau secara visual dan emosional. Para penari mengenakan kostum serba hitam dengan dada terbuka, jarik bermotif parang, dan membawa tali kolor yang tebal, menyimbolkan kesederhanaan namun menyimpan kekuatan supranatural. Gerakan tari yang ditampilkan sangat maskulin, dengan kuda-kuda yang rendah dan hentakan kaki yang bumi, menggambarkan hubungan erat manusia dengan tanah kelahirannya. Keberadaan kelompok ini menjadi wadah positif bagi pemuda Kajar III untuk mengolah kedisiplinan fisik dan mental, serta menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal yang gagah berani.
2. Bregodo Adi Noto
- Jenis Seni:Tari (Keprajuritan)
- Tahun Berdiri:2022
- Alamat:Padukuhan Kajar III
Deskripsi:
Meskipun baru didirikan pada tahun 2022, Bregodo Adi Noto telah tumbuh menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Padukuhan Kajar III. Kelompok seni keprajuritan rakyat ini lahir dari kerinduan masyarakat akan kejayaan masa lalu Keraton Mataram. Nama "Adi Noto" diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "Penataan yang Indah" atau "Menata Kebajikan". Filosofi ini menjadi landasan bagi para anggotanya untuk tidak hanya berlatih baris-berbaris, tetapi juga menata perilaku dan budi pekerti agar menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Secara artistik, Bregodo Adi Noto menampilkan simulasi pasukan tempur tradisional dengan detail kostum yang memikat, mulai dari blangkon gaya prajuritan, baju lurik atau peranakan, hingga senjata tombak dan senapan tiruan. Iringan musik seruling, senar drum, dan gong beri menciptakan ritme mars yang menggugah semangat patriotisme. Dalam fungsi sosialnya, kelompok ini sering didaulat sebagai cucuk lampah (pembuka jalan) dalam kirab budaya, rasulan, atau penyambutan tamu kehormatan desa. Kehadiran mereka menyimbolkan pagar betis budaya yang siap melindungi nilai-nilai luhur desa dari pengaruh luar yang negatif, sekaligus menegaskan identitas Kajar III sebagai wilayah yang berbudaya.
3. Reyog Empu Mustiko
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Talub Widodo
- Alamat:Padukuhan Kajar I
Deskripsi:
Reyog Empu Mustiko adalah permata kesenian rakyat yang bersinar terang di Padukuhan Kajar I. Di bawah asuhan tokoh seni Bapak Talub Widodo, kelompok ini melestarikan varian Reyog Dhodhog atau Reyog Keprajuritan yang khas Gunungkidul, yang berbeda dengan Reog Ponorogo. Nama "Empu Mustiko" menyiratkan makna "Sang Ahli yang Memegang Inti Permata", menggambarkan komitmen kelompok ini untuk memegang teguh pakem seni tradisi sebagai harta yang paling berharga. Kelompok ini menggabungkan unsur tari, drama, komedi, dan musik dalam satu paket pertunjukan yang utuh.
Keunikan Reyog Empu Mustiko terletak pada karakterisasi penarinya yang beragam, mulai dari tokoh prajurit gagah, penthul-tembem yang jenaka, hingga buto (raksasa) yang menyeramkan. Dialog-dialog spontan yang seringkali menyisipkan kritik sosial dan pesan moral menjadikan pertunjukan mereka sangat komunikatif dan dinanti oleh masyarakat. Musik pengiring yang didominasi oleh kendang dan dhodhog (kentongan kecil) menciptakan irama ritmis yang mengajak penonton untuk turut bergoyang. Bagi warga Kajar I, Reyog Empu Mustiko bukan sekadar hiburan, melainkan media penyampaian aspirasi dan sarana ruwat (pembersihan) desa dari energi negatif melalui kegembiraan bersama.
4. Persijaked
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Supriyana
- Tahun Berdiri:1993
- Alamat:Padukuhan Kedung II
Deskripsi:
Persijaked adalah institusi budaya legendaris yang menjadi pilar kesenian di Kalurahan Karangtengah. Berdiri kokoh sejak tahun 1993 di Padukuhan Kedung II, kelompok ini telah melintasi tiga dekade sejarah pelestarian seni tari jathilan klasik. Di bawah kepemimpinan Bapak Supriyana yang berdedikasi tinggi, Persijaked (Persatuan Seni Jathilan Kedung) bukan hanya sekadar grup tari, melainkan keluarga besar yang mewariskan nilai-nilai tradisi dari kakek ke cucu, dari ayah ke anak. Konsistensi mereka adalah teladan bagi kelompok seni lain di Gunungkidul.
Ciri khas Persijaked terletak pada keotentikan gerak tari yang masih memegang teguh pakem jathilan gaya lama, yang mengedepankan unsur wiromo (irama), wirogo (gerak), dan wiroso (penjiwaan) secara ketat. Pertunjukan mereka selalu menghadirkan aura magis yang kuat, terutama pada babak trance atau ndadi, yang dikelola dengan ritual tradisi yang sopan dan tertib. Sebagai salah satu kelompok tertua, Persijaked memiliki peran vital dalam menjaga memori kolektif masyarakat Kedung II akan identitas budaya mereka, memastikan bahwa warisan leluhur tidak tergerus oleh arus modernisasi zaman.
5. Jathilan Putri Sekar Arum
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Suhardi
- Alamat:Padukuhan Kedung II
Deskripsi:
Jathilan Putri Sekar Arum dari Padukuhan Kedung II menawarkan estetika yang berbeda dalam jagat seni kuda lumping yang biasanya didominasi laki-laki. Di bawah asuhan Bapak Suhardi, kelompok ini menempatkan para remaja putri sebagai penari utama, menghadirkan perpaduan unik antara ketegasan prajurit dengan kelembutan kodrati perempuan. Nama "Sekar Arum" bermakna "Bunga yang Harum", sebuah doa agar para penari ini dapat mengharumkan nama desa dan keluarga melalui prestasi seni budaya yang santun dan bermartabat.
Dalam pertunjukannya, Jathilan Putri Sekar Arum menampilkan koreografi yang lebih luwes dan anggun, dengan kostum yang didesain cantik namun tetap menutup aurat dan sopan. Hal ini menjadikan kesenian jathilan lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Kelompok ini menjadi ruang ekspresi yang aman dan positif bagi perempuan muda Kedung II untuk menyalurkan bakat seni mereka. Kehadiran mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya, tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku seni yang tangguh dan mempesona yang mampu menyihir penonton dengan keindahan geraknya.
6. Bregodo Prawiro Rejo
- Jenis Seni:Tari (Keprajuritan)
- Ketua:Triyana
- Alamat:Padukuhan Kedung I
Deskripsi:
Padukuhan Kedung I memiliki benteng pertahanan budaya yang kokoh bernama Bregodo Prawiro Rejo. Dipimpin oleh Bapak Triyana, kelompok seni keprajuritan ini merekonstruksi kejayaan dan disiplin militer era Keraton Mataram Islam. Nama "Prawiro" bermakna perwira yang gagah berani, sedangkan "Rejo" berarti kemakmuran atau keramaian yang positif. Gabungan nama ini menyimbolkan pasukan berani mati yang berjuang demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desanya. Semangat heroisme inilah yang menjadi jiwa dalam setiap langkah tegap mereka.
Secara visual, Bregodo Prawiro Rejo tampil memukau dengan seragam prajurit tradisional yang lengkap, panji-panji atau bendera simbol pasukan, serta senjata tombak yang disandang dengan gagah. Musik iringan yang terdiri dari tambur (drum besar), bende, dan seruling menciptakan suasana yang sakral dan penuh wibawa. Dalam setiap kirab budaya Kalurahan Karangtengah, kelompok ini selalu menjadi pusat perhatian, berjalan dengan formasi baris yang rapi dan disiplin. Kehadiran mereka menanamkan rasa bangga dan patriotisme kepada masyarakat, mengingatkan kembali bahwa Kedung I adalah tanah para pejuang yang cinta akan tanah air dan budayanya.
7. Kethoprak Mataram Taruno Budaya
- Jenis Seni:Pertunjukan (Teater Tradisional)
- Ketua:Tukiran
- Alamat:Padukuhan Kedung I
Deskripsi:
Kethoprak Mataram Taruno Budaya adalah "mahkota" seni pertunjukan di Kalurahan Karangtengah. Sebagai satu-satunya kelompok teater tradisional yang aktif, kelompok yang bermarkas di Padukuhan Kedung I ini memegang peran krusial sebagai penjaga sastra lisan, bahasa, dan etika Jawa. Di bawah asuhan maestro lokal Bapak Tukiran, Taruno Budaya ("Pemuda Berbudaya") berjuang melestarikan seni drama yang kompleks ini. Pertunjukan mereka adalah ensiklopedia hidup budaya Jawa, memadukan seni peran, seni tari, seni musik (gamelan), seni rias, hingga seni sastra tembang dalam satu panggung.
Lakon-lakon yang dibawakan biasanya berkisar pada Babad Tanah Jawi, legenda rakyat, hingga kisah fiksi sejarah yang sarat akan pesan moral, tata krama, dan kepemimpinan. Keistimewaan kelompok ini adalah kemampuannya menggunakan bahasa Jawa krama inggildengan fasih dan benar, sebuah keahlian yang makin langka di era digital. Pementasan Kethoprak Taruno Budaya bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang mengajarkan unggah-ungguh dan budi pekerti kepada penontonnya. Dedikasi warga Kedung I untuk terus menghidupkan ketoprak adalah bentuk perlawanan budaya yang nyata agar identitas Jawa tidak punah ditelan zaman.
8. Jathilan Kusumo Turonggo Mudho
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Agus Prasetyo
- Alamat:Padukuhan Sidorejo
Deskripsi:
Jathilan Kusumo Turonggo Mudho adalah representasi dari energi meledak-ledak pemuda Padukuhan Sidorejo. Dipimpin oleh tokoh muda visioner, Agus Prasetyo, kelompok ini berhasil melakukan regenerasi seni tradisi dengan gemilang. Nama "Kusumo" berarti bunga atau bangsawan, "Turonggo" berarti kuda, dan "Mudho" berarti muda. Secara keseluruhan, nama ini menyimbolkan "Pasukan Kuda Muda yang Harum Namanya". Kelompok ini mengusung konsep jathilan kreasi baru yang lebih progresif, cepat, dan akrobatik, sesuai dengan selera zaman namun tidak meninggalkan akar tradisinya.
Daya tarik utama Kusumo Turonggo Mudho terletak pada kekompakan koreografi, kemewahan kostum yang penuh warna dan payet, serta aransemen musik pengiring yang menghentak semangat. Mereka sering menampilkan atraksi kucingan dan barongan yang mendebarkan penonton. Kelompok ini berfungsi sebagai benteng moral bagi remaja Sidorejo, mengalihkan energi mereka dari pergaulan negatif ke kegiatan seni yang produktif. Prestasi dan popularitas Kusumo Turonggo Mudho telah menjadikan mereka duta budaya Padukuhan Sidorejo yang sering diundang tampil ke berbagai wilayah, membuktikan bahwa tradisi bisa tampil kekinian dan membanggakan.
9. Sanggar Srikandi Pawestri
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Umi Lestari
- Alamat:Padukuhan Sidorejo
Deskripsi:
Sanggar Srikandi Pawestri di Padukuhan Sidorejo adalah oase pendidikan seni yang didedikasikan khusus untuk pemberdayaan perempuan. Didirikan dan dipimpin oleh Ibu Umi Lestari, sanggar ini mengambil filosofi dari tokoh wayang "Srikandi", prajurit wanita yang tangguh, cerdas, namun tetap anggun. Kata "Pawestri" menegaskan identitas perempuan Jawa. Sanggar ini memiliki visi mulia untuk mencetak generasi perempuan Karangtengah yang tidak hanya pandai menari, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, percaya diri, dan berbudaya luhur.
Kurikulum di Sanggar Srikandi Pawestri mencakup berbagai genre tari, mulai dari Tari Klasik Yogyakarta yang menekankan pada detail dan pakem, hingga Tari Kreasi Baru dan Tari Dolanan Anak yang ceria. Sanggar ini menjadi ruang belajar yang inklusif bagi anak-anak hingga remaja putri. Selain teknik wiraga, wirama, wirasa, peserta didik juga diajarkan tata krama dan etika. Kontribusi Sanggar Srikandi Pawestri sangat signifikan dalam menjaga keberlangsungan seni tari di Karangtengah, memastikan bahwa akan selalu ada penari-penari handal yang siap mengisi panggung-panggung budaya di masa depan dengan keanggunan dan karakter yang kuat.
10. Jathilan Turonggo Sekar Ancala Gadung
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Toni Hartono
- Tahun Berdiri:15 Maret 2020
- Alamat:Padukuhan Duwetrejo
Deskripsi:
Jathilan Turonggo Sekar Ancala Gadung adalah fenomena baru yang tumbuh subur di Padukuhan Duwetrejo. Lahir pada tanggal 15 Maret 2020, tepat di tengah tantangan zaman, kelompok ini membuktikan ketangguhan semangat budaya warga. Di bawah komando Bapak Toni Hartono, kelompok ini memiliki nama yang puitis dan bermakna dalam: "Turonggo" (Kuda), "Sekar" (Bunga), "Ancala" (Gunung/Bukit), dan "Gadung" (Bunga Gadung yang hijau/segar). Secara filosofis, nama ini menggambarkan kesenian yang tumbuh indah dan kokoh di wilayah pegunungan Gunungkidul, membawa kesegaran bagi siapa saja yang memandangnya.
Walaupun usianya masih muda, manajemen dan kualitas pertunjukan kelompok ini patut diacungi jempol. Mereka menggabungkan pakem tari jathilan klasik dengan inovasi pada variasi formasi dan kostum yang elegan. Turonggo Sekar Ancala Gadung menjadi wadah pemersatu warga Duwetrejo, melibatkan lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua dalam satu produksi seni. Penampilan mereka yang energik dan rapi, disertai ritual yang khidmat, menjadikan kelompok ini cepat mendapatkan tempat di hati masyarakat dan menjadi aset wisata budaya potensial bagi Kalurahan Karangtengah ke depannya.
11. Jathilan Kudho Barong
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Syahrul Syaifudin
- Alamat:Padukuhan Duwetrejo
Deskripsi:
Jathilan Kudho Barong menghadirkan nuansa mistis dan teatrikal yang kental di Padukuhan Duwetrejo. Dipimpin oleh Syahrul Syaifudin, kelompok ini melakukan diferensiasi dengan menonjolkan figur "Barongan" sebagai daya tarik utama, bersanding dengan pasukan kuda lumping (Kudho). Barong, dalam mitologi Jawa, adalah simbol pelindung dan kekuatan alam yang dahsyat. Kehadiran sosok barong dengan topeng besar, rambut gimbal, dan gerakan yang liar namun artistik memberikan dimensi drama yang menegangkan dalam setiap pementasan mereka.
Kelompok ini memadukan seni tari, seni kriya (pembuatan topeng dan kostum), serta seni musik dalam satu kesatuan. Interaksi antara satria berkuda dengan Barong seringkali menggambarkan pertempuran abadi antara kebaikan melawan angkara murka, atau manusia melawan hawa nafsunya sendiri. Kudho Barong sangat digemari karena atraksinya yang kolosal, penuh kejutan, dan seringkali melibatkan unsur magic hiburan yang aman. Melalui kelompok ini, warga Duwetrejo tidak hanya melestarikan seni, tetapi juga merawat cerita-cerita rakyat dan mitologi lokal agar tetap hidup dalam imajinasi generasi muda Karangtengah.
12. Tari Rewo-Rewo Kecubung Wulung
- Jenis Seni:Tari (Kreasi)
- Ketua:Sulistyanto
- Tahun Berdiri:13 Oktober 2019
- Alamat:Padukuhan Karangtengah III
Deskripsi:
Lahir pada 13 Oktober 2019, Tari Rewo-Rewo Kecubung Wulung dari Padukuhan Karangtengah III adalah manifestasi dari kreativitas tanpa batas masyarakat desa. Dipimpin oleh Bapak Sulistyanto, kelompok ini mengusung genre tari kreasi rakyat atau tari karnaval. Nama "Rewo-Rewo" merujuk pada gaya kostum yang semarak, berumbai-rumbai, dan seringkali memanfaatkan bahan daur ulang atau serat alam yang disusun artistik. Sedangkan "Kecubung Wulung" adalah nama batu mulia atau bunga berwarna ungu gelap yang eksotis dan memikat, melambangkan keindahan yang unik dan berkarakter.
Kelompok ini tidak terikat pada pakem klasik yang kaku, melainkan bebas mengeksplorasi gerak tari yang rancak, gembira, dan massal. Tari Rewo-Rewo sering mengangkat tema kehidupan sehari-hari petani, fauna, atau cerita rakyat yang dikemas secara pop dan jenaka. Mereka menjadi langganan pengisi acara dalam karnaval budaya tingkat kabupaten Gunungkidul karena visual mereka yang instagramable dan energi positif yang ditularkan. Melalui Kecubung Wulung, warga Karangtengah III membuktikan bahwa tradisi bisa berkembang dinamis mengikuti kreativitas zaman tanpa kehilangan roh keguyubannya.
13. Sanggar Guntur Mataram
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Cinde Mayang Sekar, A.P.
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Sanggar Guntur Mataram menempatkan dirinya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) pendidikan tari di Padukuhan Karangtengah II. Dipimpin oleh praktisi seni profesional, Cinde Mayang Sekar, A.P., sanggar ini mengelola pelatihan seni dengan standar akademis dan metodologi yang terstruktur. Nama "Guntur Mataram" menyiratkan semangat yang menggelegar laksana guntur untuk menggaungkan kembali kejayaan budaya Mataram Yogyakarta ke penjuru dunia. Sanggar ini menjadi kawah candradimuka bagi talenta-talenta muda desa yang ingin menyeriusi dunia tari.
Materi yang diajarkan di Sanggar Guntur Mataram sangat komprehensif, meliputi dasar-dasar wiraga (olah tubuh), wirama (olah irama), dan wirasa (olah rasa), baik untuk tari klasik maupun kreasi baru. Sanggar ini rutin memproduksi karya-karya tari yang estetis dan sering menjuarai berbagai kompetisi seni. Selain mencetak penari handal, sanggar ini juga menanamkan disiplin, kerja keras, dan kecintaan mendalam terhadap warisan leluhur. Kontribusi Guntur Mataram sangat vital dalam memastikan bahwa Kalurahan Karangtengah memiliki stok seniman berkualitas yang siap menjaga keberlanjutan budaya di masa depan.
14. Komunitas Nirboyo
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Suparti, A.P.
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Komunitas Nirboyo, yang berlokasi di jantung Padukuhan Karangtengah II, adalah ruang pembinaan karakter melalui seni yang diasuh oleh Ibu Suparti, A.P. Nama "Nirboyo" berasal dari kata Nir (tidak ada/bebas) dan Boyo (bahaya), yang secara filosofis bermakna sebuah doa agar anak-anak yang berlatih di sini senantiasa selamat, sentosa, dan terhindar dari perilaku negatif. Sanggar ini fokus pada pendidikan tari untuk anak usia dini hingga remaja, menjadikan seni sebagai media untuk melatih motorik, kepekaan rasa, dan kepercayaan diri.
Ibu Suparti, A.P. mendesain komunitas ini dengan pendekatan yang kekeluargaan namun tetap disiplin. Anak-anak diajarkan ragam tari dolanan, tari tani, hingga tari klasik gaya Yogyakarta. Lebih dari sekadar menghafal gerakan, siswa Sanggar Nirboyo dididik untuk memahami makna di balik setiap gerak dan gending, serta diajarkan unggah-ungguh (sopan santun) dalam berinteraksi. Sanggar Nirboyo telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan informal di desa, membantu orang tua dalam membentuk generasi muda Karangtengah yang cerdas, berbudaya, dan memiliki kepribadian Nusantara yang kuat.
15. Cahyo Budaya Laras Ati
- Jenis Seni:Seni Tari
- Ketua:Suparti, A.P.
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Cahyo Budaya Laras Ati adalah kelompok musik inovatif yang berbasis di Padukuhan Karangtengah II, dipimpin oleh seniman multitalenta Ibu Suparti, A.P. (yang juga memimpin Sanggar Nirboyo). Kelompok ini mengambil peran sebagai jembatan antara musik tradisi dan selera modern. Mengusung nama "Laras Ati" yang berarti "Menyelaraskan Hati", kelompok ini bertujuan menghibur masyarakat sekaligus menyentuh perasaan melalui tari kreasi dan tari klasik.
16. Bregodo Lombok Abang Kali Kotak
- Jenis Seni:Tari (Keprajuritan)
- Ketua:Purwanto
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Bregodo Lombok Abang Kali Kotak adalah salah satu kelompok seni paling ikonik di Kalurahan Karangtengah, khususnya di Padukuhan Karangtengah II. Dipimpin oleh Bapak Purwanto, kelompok ini memiliki identitas visual yang sangat kuat dan berani. Nama "Lombok Abang" (Cabai Merah) bukan sekadar nama, melainkan filosofi semangat yang "pedas", berani, dan menyala-nyala dalam mempertahankan kebenaran. "Kali Kotak" merujuk pada toponimi atau nama lokasi sungai setempat yang menjadi identitas geografis mereka.
Dalam setiap kirab atau festival, pasukan ini tampil mencolok dengan seragam dominan merah menyala, berbeda dengan bregodo lain yang umumnya memakai warna gelap atau lurik. Formasi baris-berbaris yang mereka tampilkan sangat atraktif, diiringi musik tambur dan seruling yang memacu adrenalin. Bregodo Lombok Abang Kali Kotak adalah simbol kebanggaan komunal warga Karangtengah II; mereka merepresentasikan keberanian untuk tampil beda dan semangat gotong royong yang membara. Kehadiran mereka selalu dinanti karena mampu membangkitkan suasana meriah dan menanamkan rasa cinta tanah air yang mendalam bagi siapa saja yang menyaksikannya.
17. Warok Suro Reges
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Wardi Budiyanto
- Alamat:Padukuhan Karangtengah II
Deskripsi:
Padukuhan Karangtengah II menyimpan kekuatan seni yang garang melalui kelompok Warok Suro Reges. Di bawah pimpinan Bapak Wardi Budiyanto, kelompok ini menghidupkan kembali roh kesenian Warok yang berakar dari budaya Panaragan namun telah beradaptasi dengan gaya Gunungkidul. Nama "Suro" merujuk pada bulan Sura yang sakral dan penuh keberanian, sementara "Reges" bisa dimaknai sebagai ketangguhan alam (seperti pohon jati yang meranggas namun kuat). Kelompok ini menampilkan sisi maskulinitas dan kekuatan supranatural yang menjadi pelindung masyarakat.
Para penari Warok Suro Reges tampil dengan riasan wajah yang sangar, kumis tebal, dan pakaian hitam-hitam komboran yang longgar, lengkap dengan usat (tali) putih besar. Gerakan tari mereka didominasi oleh kuda-kuda rendah, hentakan kaki yang menggetarkan bumi, dan permainan cambuk yang meledak-ledak. Pertunjukan mereka bukan sekadar tarian, tetapi demonstrasi olah kanuragan dan kekompakan tim. Warok Suro Reges sering berkolaborasi dengan kelompok Jathilan atau Reog, menambah dimensi ketegangan dan kemegahan acara. Kelompok ini adalah wadah bagi kaum laki-laki Karangtengah II untuk menyalurkan energi maskulin mereka ke dalam bentuk seni budaya yang bermartabat dan dihormati.
18. Jathilan Turonggo Manunggal
- Jenis Seni:Tari
- Ketua:Sutikno
- Tahun Berdiri:07 Mei 2013
- Alamat:Padukuhan Karangtengah I
Deskripsi:
Berdiri sejak tanggal 7 Mei 2013, Jathilan Turonggo Manunggal telah tumbuh menjadi pilar utama kesenian di Padukuhan Karangtengah I. Di bawah kepemimpinan Bapak Sutikno, kelompok ini telah mencapai tingkat kematangan seni yang tinggi berkat pengalaman lebih dari satu dekade. Nama "Turonggo Manunggal" mengandung doa dan visi tentang "Bersatunya Kuda-Kuda" atau bersatunya seluruh elemen masyarakat melalui seni tari kuda lumping. Solidaritas dan kekeluargaan adalah fondasi utama yang membuat kelompok ini tetap eksis dan solid hingga hari ini.
Jathilan Turonggo Manunggal menyajikan pertunjukan klasik yang lengkap dan memuaskan, mulai dari tari pambuka, babak keprajuritan yang gagah, hingga babak ndadi (trance) yang dikelola dengan tertib dan sakral. Kostum yang mereka kenakan selalu terawat dan rapi, mencerminkan profesionalisme pengelolaan. Dukungan warga Karangtengah I terhadap kelompok ini sangat besar, menjadikan setiap pementasan mereka sebagai pesta rakyat yang meriah. Turonggo Manunggal adalah bukti nyata bahwa kesenian tradisional mampu bertahan hidup secara mandiri (swadaya) berkat kecintaan tulus masyarakat pendukungnya.
19. Ketoprak Pamong Budaya
- Jenis Seni:Seni Pertunjukan
- Ketua:Purwoto
- Alamat:Padukuhan Karangtengah III
Deskripsi:
Ketoprak Pamong Budaya merupakan sebuah entitas seni pertunjukan yang menjadi ikon kebanggaan sekaligus keunikan tersendiri bagi Kalurahan Karangtengah. Berdasarkan pendataan potensi desa tahun 2023, kelompok ini tercatat sebagai wadah pelestarian tradisi Jawa yang sangat istimewa. Sesuai dengan namanya, daya tarik dan ciri khas utama dari grup ini terletak pada komposisi para pemainnya. Tidak seperti grup ketoprak pada umumnya yang diisi oleh seniman murni, para aktor dan aktris dalam Ketoprak Pamong Budaya adalah para Pegawai Kalurahan Karangtengah serta anggota Lembaga Kalurahan Karangtengah.
Di bawah kepemimpinan Bapak Purwoto, kelompok seni ini berpusat di Padukuhan Karangtengah III. Kehadiran wadah seni ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kesibukan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat, para aparatur desa tetap memiliki komitmen tinggi untuk nguri-uri atau melestarikan budaya leluhur. Panggung ketoprak menjadi ruang transformasi yang menarik; sosok pamong yang biasanya terlihat formal dengan seragam dinas di kantor desa, mampu berubah peran menjadi karakter prajurit, raja, atau punokawan yang menghibur dalam lakon-lakon legenda rakyat.
Eksistensi Ketoprak Pamong Budaya memiliki filosofi yang mendalam. Selain sebagai sarana hiburan, kesenian ini menjadi media komunikasi kultural antara pemerintah desa dengan warganya. Melalui seni peran, jarak birokrasi seolah mencair, digantikan oleh kedekatan emosional dan tawa bersama. Sinergi antara perangkat desa dan lembaga desa dalam satu panggung ini mencerminkan semangat guyub rukun yang menjadi pondasi tata kelola pemerintahan di Kalurahan Karangtengah, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan desa tidak boleh meninggalkan akar budayanya.
Dokumen Lampiran : Seni Pertunjukan
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










